Selasa, 22 Mei 2012

ternyata diaa :)

ternyata semua memang indah pada waktunya ya ..

ternyata gini toh maunya .. yayaya .. tau tau tau ..


dengan ini aku ngerasa nyaman kok ..

wew .. lucu ya cerita kita jadi kaya di novel-novel ..

haha ..

Jumat, 18 Mei 2012

tugas TI semester 2


Hemodialisis
Hemodialisis merupakan salah satu dari terapi pengganti ginjal, yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik. Hemodialisis berfungsi membuang produk – produk sisa metabolisme seperti potasium dan urea dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin ini mampu berfungsi sebagai ginjal, yang menggantikan ginjal penderita yang sudah rusak karena penyakitnya, dengan menggunakan mesin itu selama 3x5 jam perminggu.  Penderita dapat memperpanjang hidupnya sampai batas waktu yang tidak menentu.
Pada hemodialisis darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam  mesin dialiser ( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat – zat beracun melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus oleh dialisis (dialisat).  Tekanan didalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan tekanan didalam darah, sehingga cairan limbah metabolik dan zat-zat racun didalam darah disaring melalui darah dan masuk kedalam dialisat. Proses hemodialisis melibatkan difusi solute ( zat terlarut ) melalui suatu membran semi permiabel. Molekul zat terlarut ( sisa metabolisme ) dari kompartemen darah akan berpindah kedalam kompartemen dialisat setiap saat, bila molekul zat terlarut dapat melewati semi permiabel demikian juga sebaliknya setelah darah dibersihkan darah dialirkan kembali kedalam tubuh.
Mesin hemodialisis terdiri dari pompa darah, sistem pengaturan larutan dialisat , dan sistem monitor. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dialiser. Dialiser adalah tempat dimana proses hemodialisis berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat – zat dan cairan  dalam darah dan dialisat. Sedangkan tusukan dialiser merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita menuju dialiser dan selanjutnya kembali lagi ke tubuh penderita. Kecepatan dapat diatur biasanya diantara 300 sampai 400 ml/menit. Lokasi pompa darah biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan monitor tekanan dialiset. Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34 sampai 39 derajat celcius sebelum dialirkan kepada dialiser. Sistem monitoring setiap mesin hemodialisis sangat penting untuk menjamin aktifitas proses dialisis dan keselamatan. Pada saat hemodialisat darah kita akan dialirkan melalui sebuah saringan khusus (dialiser) yang berfungsi menyaring sampah metabolisme dan air yang berlebih. Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan dalam tubuh. Penggeluaran sampah dan air serta garam yang berlebih akan membantu tubuh mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang.